Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

gabunglah dengan ribuan orang pecinta "HIDUP sehat"

Showing posts with label hama dan penyakit jagung. Show all posts
Showing posts with label hama dan penyakit jagung. Show all posts

Teknik Budidaya Jagung

Written By Admin on Saturday, 5 March 2011 | 18:51

 Jagung (Zea mays L) merupakan bahan pangan yang sangat digemari di Indonesia, diolah menjadi berbagai olahan jagung menarik

SYARAT TUMBUH
 Tanaman jagung dapat tumbuh pada ketinggian 50-1.800 m dpl. Tetapi ketinggian optimal adalah 50-600 m dpl. Untuk berproduksi secara optimal memerlukan tanah nyang gembur, subur dan kaya akan unsure hara, aerasi dan drainase baik, kaya akan bahan organik engan keasaman tanah (pH) antara 5,6-7,5.
Curah hujan yang dikehendaki adalah antara 1.000-2.500 mm/tahun, atau idealnya sekitar 85-200mm/bulan, dengan penyinaran matahari penuh. Suhu udara yang dikehendaki antara 21-34 C, tetapi untuk pertumbuhan optimum tanaman jagung menghendaki suhu antara 23-27 C.
Bagaimanakah teknis penanamannya?

PENYIAPAN BENIH DAN PENYIAPAN LAHAN PERTANAMAN
A.    Penyiapan Benih
Tanaman jagung diperbanyak dengan biji (benih). Mengingat sifatnya yang menyerbuk silang, benih yang digunakan harus memiliki sifat yang benar. Hasil tanaman sebelumnya, terutama hidrida tidak dianjurkan digunakan sebagai benih pada pertanaman berikutnya karena tidak unggul lagi.
Dianjurkan memilih benih varietas unggul bersertifikat yang dijual dipasaran. Selanjutnya seleksi biji jagung untuk benih dilakukan dengan memperhatikan kondisi fisik yang baik, sehat, berbobot, dan betul-betul matang fisiologis. Daya tumbuh benih yang dugunakan adalah sekitar 90%. Kebutuhan benih untuk pertanaman jagung adalah antara 20-30 kg/ha.

B.     Penyiapan Lahan
Tahapan persiapan lahan adalah : (a) lahan dibersihkan dari sisa tanaman yang ditanam sebelumnya, (b) tanah diolah dengan kedalaman antara 15-20 cm, kemudian diratakan, (c) pada taah dengan kandungan liat tinggi dilakukan pembuatan saluran drainase. Setiap 3 m dibuat saluran drainase sepanjang barisan tanaman, lebar saluran 25-30 cm, kedalaman 20 cm, atau dilakukan penanaman di atas guludan, (d) pada tanah bereaksi masam (pH<5), tanah dikapur (dosis 300 kg/ha) dengan cara menyebar kapur merata/ pada barisan tanaman, sekitar 1 bulan sebelum tanam.

PENANAMAN
A.    Pola Penanaman
Berbagai macam pola tanam yang biasa diterapkan pada tanaman jagung, di antara adalah : (a) Monokultur. (b) Tumpang sari (intercropping), (c) Tumpang gilir, (d) Tanaman Bersisipan (Relay Cropping); (e) Tanaman Campuran (Mixed Cropping).
B.     Waktu dan Cara Tanam
Jagung sebaiknya ditanam awal musim hujan atau menjelang musim kemarau. Populasi tanaman umumnya antara 60.000-70.000 tanaman/ ha, tergantung dari varietas yang ditanam. Apabila yang ditanam adalah varietas genjah local dapat ditanam hingga populasi 100.000 tanaman/ha. Jarak tanam yang dianjurkan adalah jarak antar tanaman 20 atau 25 cm.
Pembuatan lubang tanam dibuat dengan kedalaman 3-5 cm dengan menggunakan tugal. Kemudian tiap lubang ditanami dengan benih 1-2 benih per lubang.

PEMELIHARAAN TANAMAN
A.    Pemupukan
Cafa pemberian pupuk yang tepat adalah salah satu kunci keberhasilan budidaya. Jagung merupakan salah satu tanaman yang peka terhadap kekurangan nitrogen. Kebutuhan nitrogennya (Urea) dapat mencapai 250-300 kg/ha. Pemupukan urea diberikan 1/3 dosis pada saat tanam dan pada saat tanaman berumur 3-4 minggu setelah tanam (MST). Pupuk SP-36 dengan dosis 200 kg/ha dan KCI dengan dosis 75-100 kg/ha diberikan pada saat tanam. Dosis ini merupakan anjuran umum, sehingga bila pada suatu daerah telah memiliki dosis pupuk anjuran spesifik lokasi, maka itu lebih baik diikuti. Cara pemberian pupuk dilakukan dalam larikan yang dibuat dengan jarak 7-8 cm dari lajur lubang tanaman dengan kedalaman 8-10cm.

B.     Penjarangan dan Penyulaman
Tanaman yang pertumbuhannya tidak normal dianjurkan dipotong dengan menggunakan pisau atau gunting tajam tepat di atas permukaan tanah. Penyulaman dilakukan 7-10 HST. Jumlah dan jenis benih serta perlakuan dalam penyulaman sama dengan sewaktu penanaman.

C.    Penyiapan dan Pembumbunan
Pada prinsipnya jagung harus bebas dari gulma, karena gulma dapat menekan hasil, sebaiknya tanaman jagung bebas gulma hingga 1/3 dari umumnya. Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali.
Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan untuk memperkokoh posisi batang agar tanaman tidak mudah rebah dan menutup akar yang bermunculan di atas permukaan tanah karena adanya aerasi. Dilakukan saat tanaman berumur 4-6 MST, bersamaan dengan waktu pemupukan. Tanah di sebelah kanan dan kiri barisan tanaman diuruk dengan cangkul, kemudian ditimbun di barisan tanaman. Dengan cara ini akan terbentuk guludan yang memanjang.

D.    Pengairan dan Penyiraman
Setelah benih ditanam, dilakukan penyiraman secukupnya, kecuali bila tanah telah lembab, tujuannya menjaga agar tanaman tidak layu. Namun menjelang tanaman berbunga, air yang diperlukan lebih besar sehingga perlu dialirkan air pada parit-parit di antara bumbunan tanaman jagung. 

HAMA DAN PENYAKIT JAGUNG.. KLIK PENJELASANNYA DISINI
18:51 | 1 comments

Teknik Budidaya Jagung

 Jagung (Zea mays L) merupakan bahan pangan yang sangat digemari di Indonesia, diolah menjadi berbagai olahan jagung menarik. 
SYARAT TUMBUH
 Tanaman jagung dapat tumbuh pada ketinggian 50-1.800 m dpl. Tetapiketinggian optimal adalah 50-600 m dpl. Untuk berproduksi secara optimal memerlukan tanah nyang gembur, subur dankaya akan unsure hara, aerasi dan drainase baik, kaya akan bahan organik engankeasaman tanah (pH) antara 5,6-7,5.
Curah hujan yang dikehendaki adalah antara 1.000-2.500 mm/tahun, atauidealnya sekitar 85-200mm/bulan, dengan penyinaran matahari penuh. Suhu udarayang dikehendaki antara 21-34 C, tetapi untuk pertumbuhan optimum tanamanjagung menghendaki suhu antara 23-27 C.
Bagaimanakah teknis penanamannya?

PENYIAPAN BENIH DANPENYIAPAN LAHAN PERTANAMAN
A.    Penyiapan Benih
Tanamanjagung diperbanyak dengan biji (benih). Mengingat sifatnya yang menyerbuksilang, benih yang digunakan harus memiliki sifat yang benar. Hasil tanamansebelumnya, terutama hidrida tidak dianjurkan digunakan sebagai benih padapertanaman berikutnya karena tidak unggul lagi.
Dianjurkanmemilih benih varietas unggul bersertifikat yang dijual dipasaran. Selanjutnyaseleksi biji jagung untuk benih dilakukan dengan memperhatikan kondisi fisikyang baik, sehat, berbobot, dan betul-betul matang fisiologis. Daya tumbuhbenih yang dugunakan adalah sekitar 90%. Kebutuhan benih untuk pertanamanjagung adalah antara 20-30 kg/ha.

B.    PenyiapanLahan
Tahapan persiapan lahan adalah : (a) lahandibersihkan dari sisa tanaman yang ditanam sebelumnya, (b) tanah diolah dengankedalaman antara 15-20 cm, kemudian diratakan, (c) pada taah dengan kandunganliat tinggi dilakukan pembuatan saluran drainase. Setiap 3 m dibuat salurandrainase sepanjang barisan tanaman, lebar saluran 25-30 cm, kedalaman 20 cm,atau dilakukan penanaman di atas guludan, (d) pada tanah bereaksi masam(pH<5), tanah dikapur (dosis 300 kg/ha) dengan cara menyebar kapur merata/pada barisan tanaman, sekitar 1 bulan sebelum tanam.

PENANAMAN
A.   PolaPenanaman
Berbagaimacam pola tanam yang biasa diterapkan pada tanaman jagung, di antara adalah :(a) Monokultur. (b) Tumpang sari (intercropping),(c) Tumpang gilir, (d) Tanaman Bersisipan (Relay Cropping); (e) Tanaman Campuran (Mixed Cropping).
B.    Waktudan Cara Tanam
Jagungsebaiknya ditanam awal musim hujan atau menjelang musim kemarau. Populasi tanamanumumnya antara 60.000-70.000 tanaman/ ha, tergantung dari varietas yangditanam. Apabila yang ditanam adalah varietas genjah local dapat ditanam hinggapopulasi 100.000 tanaman/ha. Jarak tanam yang dianjurkan adalah jarak antartanaman 20 atau 25 cm.
Pembuatanlubang tanam dibuat dengan kedalaman 3-5 cm dengan menggunakan tugal. Kemudiantiap lubang ditanami dengan benih 1-2 benih per lubang.

PEMELIHARAAN TANAMAN
A.   Pemupukan
Jagungmerupakan salah satu tanaman yang peka terhadap kekurangan nitrogen. Kebutuhannitrogennya (Urea) dapat mencapai 250-300 kg/ha. Pemupukan urea diberikan 1/3dosis pada saat tanam dan pada saat tanaman berumur 3-4 minggu setelah tanam(MST). Pupuk SP-36 dengan dosis 200 kg/ha dan KCI dengan dosis 75-100 kg/hadiberikan pada saat tanam. Dosis ini merupakan anjuran umum, sehingga bila padasuatu daerah telah memiliki dosis pupuk anjuran spesifik lokasi, maka itu lebihbaik diikuti. Cara pemberian pupuk dilakukan dalam larikan yang dibuat denganjarak 7-8 cm dari lajur lubang tanaman dengan kedalaman 8-10cm.

B.    Penjarangandan Penyulaman
Tanamanyang pertumbuhannya tidak normal dianjurkan dipotong dengan menggunakan pisauatau gunting tajam tepat di atas permukaan tanah. Penyulaman dilakukan 7-10HST. Jumlah dan jenis benih serta perlakuan dalam penyulaman sama dengansewaktu penanaman.

C.   Penyiapandan Pembumbunan
Padaprinsipnya jagung harus bebas dari gulma, karena gulma dapat menekan hasil,sebaiknya tanaman jagung bebas gulma hingga 1/3 dari umumnya. Penyiangandilakukan 2 minggu sekali.
Pembumbunandilakukan bersamaan dengan penyiangan untuk memperkokoh posisi batang agartanaman tidak mudah rebah dan menutup akar yang bermunculan di atas permukaantanah karena adanya aerasi. Dilakukan saat tanaman berumur 4-6 MST, bersamaan denganwaktu pemupukan. Tanah di sebelah kanan dan kiri barisan tanaman diuruk dengancangkul, kemudian ditimbun di barisan tanaman. Dengan cara ini akanterbentuk guludan yang memanjang.

D.   Pengairandan Penyiraman
Setelah benih ditanam, dilakukan penyiramansecukupnya, kecuali bila tanah telah lembab, tujuannya menjaga agar tanamantidak layu. Namun menjelang tanamanberbunga, air yang diperlukan lebih besar sehingga perlu dialirkan air padaparit-parit di antara bumbunan tanaman jagung. 

HAMA DAN PENYAKIT JAGUNG.. KLIK PENJELASANNYA DISINI
18:51 | 1 comments

Teknik Budidaya Jagung

 Jagung (Zea mays L) merupakan bahan pangan yang sangat digemari di Indonesia, diolah menjadi berbagai olahan jagung menarik. 
SYARAT TUMBUH
 Tanaman jagung dapat tumbuh pada ketinggian 50-1.800 m dpl. Tetapiketinggian optimal adalah 50-600 m dpl. Untuk berproduksi secara optimal memerlukan tanah nyang gembur, subur dankaya akan unsure hara, aerasi dan drainase baik, kaya akan bahan organik engankeasaman tanah (pH) antara 5,6-7,5.
Curah hujan yang dikehendaki adalah antara 1.000-2.500 mm/tahun, atauidealnya sekitar 85-200mm/bulan, dengan penyinaran matahari penuh. Suhu udarayang dikehendaki antara 21-34 C, tetapi untuk pertumbuhan optimum tanamanjagung menghendaki suhu antara 23-27 C.
Bagaimanakah teknis penanamannya?

PENYIAPAN BENIH DANPENYIAPAN LAHAN PERTANAMAN
A.    Penyiapan Benih
Tanamanjagung diperbanyak dengan biji (benih). Mengingat sifatnya yang menyerbuksilang, benih yang digunakan harus memiliki sifat yang benar. Hasil tanamansebelumnya, terutama hidrida tidak dianjurkan digunakan sebagai benih padapertanaman berikutnya karena tidak unggul lagi.
Dianjurkanmemilih benih varietas unggul bersertifikat yang dijual dipasaran. Selanjutnyaseleksi biji jagung untuk benih dilakukan dengan memperhatikan kondisi fisikyang baik, sehat, berbobot, dan betul-betul matang fisiologis. Daya tumbuhbenih yang dugunakan adalah sekitar 90%. Kebutuhan benih untuk pertanamanjagung adalah antara 20-30 kg/ha.

B.    PenyiapanLahan
Tahapan persiapan lahan adalah : (a) lahandibersihkan dari sisa tanaman yang ditanam sebelumnya, (b) tanah diolah dengankedalaman antara 15-20 cm, kemudian diratakan, (c) pada taah dengan kandunganliat tinggi dilakukan pembuatan saluran drainase. Setiap 3 m dibuat salurandrainase sepanjang barisan tanaman, lebar saluran 25-30 cm, kedalaman 20 cm,atau dilakukan penanaman di atas guludan, (d) pada tanah bereaksi masam(pH<5), tanah dikapur (dosis 300 kg/ha) dengan cara menyebar kapur merata/pada barisan tanaman, sekitar 1 bulan sebelum tanam.

PENANAMAN
A.   PolaPenanaman
Berbagaimacam pola tanam yang biasa diterapkan pada tanaman jagung, di antara adalah :(a) Monokultur. (b) Tumpang sari (intercropping),(c) Tumpang gilir, (d) Tanaman Bersisipan (Relay Cropping); (e) Tanaman Campuran (Mixed Cropping).
B.    Waktudan Cara Tanam
Jagungsebaiknya ditanam awal musim hujan atau menjelang musim kemarau. Populasi tanamanumumnya antara 60.000-70.000 tanaman/ ha, tergantung dari varietas yangditanam. Apabila yang ditanam adalah varietas genjah local dapat ditanam hinggapopulasi 100.000 tanaman/ha. Jarak tanam yang dianjurkan adalah jarak antartanaman 20 atau 25 cm.
Pembuatanlubang tanam dibuat dengan kedalaman 3-5 cm dengan menggunakan tugal. Kemudiantiap lubang ditanami dengan benih 1-2 benih per lubang.

PEMELIHARAAN TANAMAN
A.   Pemupukan
Jagungmerupakan salah satu tanaman yang peka terhadap kekurangan nitrogen. Kebutuhannitrogennya (Urea) dapat mencapai 250-300 kg/ha. Pemupukan urea diberikan 1/3dosis pada saat tanam dan pada saat tanaman berumur 3-4 minggu setelah tanam(MST). Pupuk SP-36 dengan dosis 200 kg/ha dan KCI dengan dosis 75-100 kg/hadiberikan pada saat tanam. Dosis ini merupakan anjuran umum, sehingga bila padasuatu daerah telah memiliki dosis pupuk anjuran spesifik lokasi, maka itu lebihbaik diikuti. Cara pemberian pupuk dilakukan dalam larikan yang dibuat denganjarak 7-8 cm dari lajur lubang tanaman dengan kedalaman 8-10cm.

B.    Penjarangandan Penyulaman
Tanamanyang pertumbuhannya tidak normal dianjurkan dipotong dengan menggunakan pisauatau gunting tajam tepat di atas permukaan tanah. Penyulaman dilakukan 7-10HST. Jumlah dan jenis benih serta perlakuan dalam penyulaman sama dengansewaktu penanaman.

C.   Penyiapandan Pembumbunan
Padaprinsipnya jagung harus bebas dari gulma, karena gulma dapat menekan hasil,sebaiknya tanaman jagung bebas gulma hingga 1/3 dari umumnya. Penyiangandilakukan 2 minggu sekali.
Pembumbunandilakukan bersamaan dengan penyiangan untuk memperkokoh posisi batang agartanaman tidak mudah rebah dan menutup akar yang bermunculan di atas permukaantanah karena adanya aerasi. Dilakukan saat tanaman berumur 4-6 MST, bersamaan denganwaktu pemupukan. Tanah di sebelah kanan dan kiri barisan tanaman diuruk dengancangkul, kemudian ditimbun di barisan tanaman. Dengan cara ini akanterbentuk guludan yang memanjang.

D.   Pengairandan Penyiraman
Setelah benih ditanam, dilakukan penyiramansecukupnya, kecuali bila tanah telah lembab, tujuannya menjaga agar tanamantidak layu. Namun menjelang tanamanberbunga, air yang diperlukan lebih besar sehingga perlu dialirkan air padaparit-parit di antara bumbunan tanaman jagung. 

HAMA DAN PENYAKIT JAGUNG.. KLIK PENJELASANNYA DISINI
18:51 | 1 comments

Teknik Budidaya Jagung

 Jagung (Zea mays L) merupakan bahan pangan yang sangat digemari di Indonesia, diolah menjadi berbagai olahan jagung menarik. 
SYARAT TUMBUH
 Tanaman jagung dapat tumbuh pada ketinggian 50-1.800 m dpl. Tetapiketinggian optimal adalah 50-600 m dpl. Untuk berproduksi secara optimal memerlukan tanah nyang gembur, subur dankaya akan unsure hara, aerasi dan drainase baik, kaya akan bahan organik engankeasaman tanah (pH) antara 5,6-7,5.
Curah hujan yang dikehendaki adalah antara 1.000-2.500 mm/tahun, atauidealnya sekitar 85-200mm/bulan, dengan penyinaran matahari penuh. Suhu udarayang dikehendaki antara 21-34 C, tetapi untuk pertumbuhan optimum tanamanjagung menghendaki suhu antara 23-27 C.
Bagaimanakah teknis penanamanya?

PENYIAPAN BENIH DANPENYIAPAN LAHAN PERTANAMAN
A.    Penyiapan Benih
Tanamanjagung diperbanyak dengan biji (benih). Mengingat sifatnya yang menyerbuksilang, benih yang digunakan harus memiliki sifat yang benar. Hasil tanamansebelumnya, terutama hidrida tidak dianjurkan digunakan sebagai benih padapertanaman berikutnya karena tidak unggul lagi.
Dianjurkanmemilih benih varietas unggul bersertifikat yang dijual dipasaran. Selanjutnyaseleksi biji jagung untuk benih dilakukan dengan memperhatikan kondisi fisikyang baik, sehat, berbobot, dan betul-betul matang fisiologis. Daya tumbuhbenih yang dugunakan adalah sekitar 90%. Kebutuhan benih untuk pertanamanjagung adalah antara 20-30 kg/ha.

B.    PenyiapanLahan
Tahapan persiapan lahan adalah : (a) lahandibersihkan dari sisa tanaman yang ditanam sebelumnya, (b) tanah diolah dengankedalaman antara 15-20 cm, kemudian diratakan, (c) pada taah dengan kandunganliat tinggi dilakukan pembuatan saluran drainase. Setiap 3 m dibuat salurandrainase sepanjang barisan tanaman, lebar saluran 25-30 cm, kedalaman 20 cm,atau dilakukan penanaman di atas guludan, (d) pada tanah bereaksi masam(pH<5), tanah dikapur (dosis 300 kg/ha) dengan cara menyebar kapur merata/pada barisan tanaman, sekitar 1 bulan sebelum tanam.

PENANAMAN
A.   PolaPenanaman
Berbagaimacam pola tanam yang biasa diterapkan pada tanaman jagung, di antara adalah :(a) Monokultur. (b) Tumpang sari (intercropping),(c) Tumpang gilir, (d) Tanaman Bersisipan (Relay Cropping); (e) Tanaman Campuran (Mixed Cropping).
B.    Waktudan Cara Tanam
Jagungsebaiknya ditanam awal musim hujan atau menjelang musim kemarau. Populasi tanamanumumnya antara 60.000-70.000 tanaman/ ha, tergantung dari varietas yangditanam. Apabila yang ditanam adalah varietas genjah local dapat ditanam hinggapopulasi 100.000 tanaman/ha. Jarak tanam yang dianjurkan adalah jarak antartanaman 20 atau 25 cm.
Pembuatanlubang tanam dibuat dengan kedalaman 3-5 cm dengan menggunakan tugal. Kemudiantiap lubang ditanami dengan benih 1-2 benih per lubang.

PEMELIHARAAN TANAMAN
A.   Pemupukan
Jagungmerupakan salah satu tanaman yang peka terhadap kekurangan nitrogen. Kebutuhannitrogennya (Urea) dapat mencapai 250-300 kg/ha. Pemupukan urea diberikan 1/3dosis pada saat tanam dan pada saat tanaman berumur 3-4 minggu setelah tanam(MST). Pupuk SP-36 dengan dosis 200 kg/ha dan KCI dengan dosis 75-100 kg/hadiberikan pada saat tanam. Dosis ini merupakan anjuran umum, sehingga bila padasuatu daerah telah memiliki dosis pupuk anjuran spesifik lokasi, maka itu lebihbaik diikuti. Cara pemberian pupuk dilakukan dalam larikan yang dibuat denganjarak 7-8 cm dari lajur lubang tanaman dengan kedalaman 8-10cm.

B.    Penjarangandan Penyulaman
Tanamanyang pertumbuhannya tidak normal dianjurkan dipotong dengan menggunakan pisauatau gunting tajam tepat di atas permukaan tanah. Penyulaman dilakukan 7-10HST. Jumlah dan jenis benih serta perlakuan dalam penyulaman sama dengansewaktu penanaman.

C.   Penyiapandan Pembumbunan
Padaprinsipnya jagung harus bebas dari gulma, karena gulma dapat menekan hasil,sebaiknya tanaman jagung bebas gulma hingga 1/3 dari umumnya. Penyiangandilakukan 2 minggu sekali.
Pembumbunandilakukan bersamaan dengan penyiangan untuk memperkokoh posisi batang agartanaman tidak mudah rebah dan menutup akar yang bermunculan di atas permukaantanah karena adanya aerasi. Dilakukan saat tanaman berumur 4-6 MST, bersamaan denganwaktu pemupukan. Tanah di sebelah kanan dan kiri barisan tanaman diuruk dengancangkul, kemudian ditimbun di barisan tanaman. Dengan cara ini akanterbentuk guludan yang memanjang.

D.   Pengairandan Penyiraman
Setelah benih ditanam, dilakukan penyiramansecukupnya, kecuali bila tanah telah lembab, tujuannya menjaga agar tanamantidak layu. Namun menjelang tanamanberbunga, air yang diperlukan lebih besar sehingga perlu dialirkan air padaparit-parit di antara bumbunan tanaman jagung.
18:51 | 1 comments

Hama dan Penyakit pada Jagung

Written By Admin on Friday, 30 July 2010 | 08:59

Jagung, siapa yang tak kenal makanan yang satu ini. Hasil panen dapat diolah menjadi olahan jagung yang unik dan variatif. Dalam pengelolaan budidaya Jagung, selain metode pemupukan jagung yang tepat, pengelolaan hama dan penyakit merupakan salah satu faktor utama penentu keberhasilan budidaya, Andapun bisa menikmati hasil panen.
Beberapa jenis hama penting tanaman jagung, diantaranya adalah :
1. Lalat Bibit (atherigona exigua Stein)
Kerusakan : daun berubah warna menjadi kekuningan, bagian yang terserang mengalami pembusukan, akhirnya tanaman menjadi layu, menjadi kerdil atau mati.
Pengendalian : (a) penanaman serentak dan penerapan pergiliran tanaman. (b) tanaman yang terserang segera dicabut dan dimusnahkan. (c) Sanitasi kebun. (d) semprot dengan pestisida yang direkomendasikan 


2. Ulat Pemotong (Agrotis ipsilon, Spodoptera litura, Ostrinia furnacalis Helicoverpa armigera).
Kerusakan : tanaman terpotong beberapa cm diatas permukaan tanah, ditandai dengan bekas gigitan pada batangnya, akibatnya tanaman yang masih muda roboh.
Pengendalian : (a) Tanam serentak atau pergiliran tanaman; (b) cari dan bunuh ulat-ulat tersebut (biasanya terdapat di dalam tanah); (c) semprot dengan pestisida yang direkomendasikan. 

3. Hama Uret (Phyllopaga-Lachnosterna, Holotrichia-Helleri-Brsk)
Kerusakan : Bila larva memakan akar jagung maka akan menyebabkan tanaman kelihatan tidak segar, kekuning-kuningan, kerdil dan akhirnya mati. Bila tanaman tidak mati buahnya sangat sedikit.
Pengendalian : (a) pada saat pengolahan tanah, larva dikumpulkan atau kumbang ditangkap secara fisik (lampu perangkap), juga dengan menggenangi lahan yang akan ditanmi, (b) Penggunaan parasitoid, (c) pengendalian kimiawi dengan aplikasi insektisidagranuler, tatapi hanya efektif dilakukan pada barisan yang akan ditanami. 

4. Ulat Grayak (Leucania unipunctata)
Kerusakan : Larva memakan daun. Larva instar awal hanya memakan tepi daun, sementara larva yang sudah besar memakan seluruh daun. Bila serangan berat maka daun akan terlihat berserakan di atas tanah dan akhirnya tanaman akan mati.
Pengendalian : (a) secara mekanik dengan memencet larva yang masih kecil dan berkelompok di bagian pucuk, (b) musuh alam seperti kata, burung, jamur pathogen serangga dll, (c) aplikasi insektisida setelah hama mencapai ambang ekonomi. 

Penyakit-penyakit penting pada tanaman jagung, di antaranya adalah :
  1. Penyakit Bulai (Downy mildew)
Kerusakan : (a) umur 2-3 minggu daun runcing, kecil, kaku, pertumbuhan batang terhambat, warna menguning, sisi bawah daun terdapat lapisan spora cendawan warna putih, (b) umur 3-5 minggu mengalami gangguan pertumbuhan, daun berubah warna dari bagian pangkal daun, tongkol berubah bentuk dan isi, (c) pada tanaman dewasa, terdapat garis-garis kecoklatan pada daun tua.
Pengendalian : (a) penanaman menjelang atau awal musim penghujan, (b) pola tanam dan pola pergiliran tanaman, penanaman varietas tahan, (c) cabut tanaman terserang dan musnahkan, (d) Preventif diawal tanam dengan GLIO. 

  1. Penyakit Bercak Daun (Leaf bligh)
Kerusakan : pada daun tampak bercak memanjang dan teratur berwarna kuning dan dikelilingi warna coklat, bercak berkembang dan meluas dari ujung daun hingga ke pangkal daun, semula bercak tampak basah, kemudian berubah warna menjadi coklat kekuning-kuningan, kemudian berubah menjadi coklat tua. Akhirnya seluruh permukaan daun berwarna coklat.
Pengendalian : (a) pergiliran tanaman, (b) mengatur kondisi lahan tidak lembab, (c) gunakan fungisida yang dianjurkan 

  1. Penyakit Karat (Rust), Cendawan Puccinia sorghi Schw dan P. polypora.
Kerusakan : pada tanaman dewasa, daun tua terdapat titik=titik noda berwarna merah kecoklatan seperti karat serta terdapat serbuk berwarna kuning kecoklatan, serbuk cendawan ini berkembang dan memanjang.
Pengendalian : (a) mengatur kelembaban, (b) menanam varietas tahan terhadap penyakit, (c) sanitasi kebun, (d) gunakan fungisida yang dianjurkan

08:59 | 0 comments

Hama dan Penyakit pada Jagung

Jagung, siapa yang tak kenal makanan yang satu ini. Hasil panen dapat diolah menjadi olahan jagung yang unik dan variatif. Dalam pengelolaan budidaya Jagung, pengelolaan hamadan penyakit merupakan salah satu faktor utama penentu keberhasilan budidaya,Andapun bisa menikmati hasil panen.
Beberapa jenis hama penting tanaman jagung,diantaranya adalah :
1. Lalat Bibit (atherigona exigua Stein)
Kerusakan : daun berubah warna menjadi kekuningan, bagian yang terserang mengalamipembusukan, akhirnya tanaman menjadi layu, menjadi kerdil atau mati.
Pengendalian : (a) penanaman serentak dan penerapan pergiliran tanaman. (b) tanaman yangterserang segera dicabut dan dimusnahkan. (c) Sanitasi kebun. (d) semprotdengan pestisida yang direkomendasikan 


2. Ulat Pemotong (Agrotis ipsilon, Spodoptera litura,Ostrinia furnacalis Helicoverpa armigera).
Kerusakan : tanaman terpotong beberapa cm diatas permukaan tanah, ditandai dengan bekasgigitan pada batangnya, akibatnya tanaman yang masih muda roboh.
Pengendalian : (a) Tanam serentak atau pergiliran tanaman; (b) cari dan bunuh ulat-ulattersebut (biasanya terdapat di dalam tanah); (c) semprot dengan pestisida yangdirekomendasikan. 

3. Hama Uret (Phyllopaga-Lachnosterna,Holotrichia-Helleri-Brsk)
Kerusakan : Bila larva memakan akar jagung maka akan menyebabkan tanaman kelihatantidak segar, kekuning-kuningan, kerdil dan akhirnya mati. Bila tanaman tidakmati buahnya sangat sedikit.
Pengendalian : (a) pada saat pengolahan tanah, larva dikumpulkan atau kumbang ditangkapsecara fisik (lampu perangkap), juga dengan menggenangi lahan yang akanditanmi, (b) Penggunaan parasitoid, (c) pengendalian kimiawi dengan aplikasiinsektisidagranuler, tatapi hanya efektif dilakukan pada barisan yang akanditanami. 

4. Ulat Grayak (Leucania unipunctata)
Kerusakan : Larva memakan daun. Larva instar awal hanya memakan tepi daun, sementaralarva yang sudah besar memakan seluruh daun. Bila serangan berat maka daun akanterlihat berserakan di atas tanah dan akhirnya tanaman akan mati.
Pengendalian : (a) secara mekanik dengan memencet larva yang masih kecil dan berkelompokdi bagian pucuk, (b) musuh alam seperti kata, burung, jamur pathogen seranggadll, (c) aplikasi insektisida setelah hama mencapai ambang ekonomi. 

Penyakit-penyakit penting pada tanaman jagung, diantaranya adalah :
  1. Penyakit Bulai (Downy mildew)
Kerusakan : (a) umur 2-3 minggu daun runcing, kecil, kaku,pertumbuhan batang terhambat, warna menguning, sisi bawah daun terdapat lapisanspora cendawan warna putih, (b) umur 3-5 minggu mengalami gangguan pertumbuhan,daun berubah warna dari bagian pangkal daun, tongkol berubah bentuk dan isi,(c) pada tanaman dewasa, terdapat garis-garis kecoklatan pada daun tua.
Pengendalian : (a) penanaman menjelang atau awal musim penghujan, (b) pola tanam dan polapergiliran tanaman, penanaman varietas tahan, (c) cabut tanaman terserang danmusnahkan, (d) Preventif diawal tanam dengan GLIO. 

  1. Penyakit Bercak Daun (Leaf bligh)
Kerusakan : pada daun tampak bercak memanjang dan teratur berwarnakuning dan dikelilingi warna coklat, bercak berkembang dan meluas dari ujungdaun hingga ke pangkal daun, semula bercak tampak basah, kemudian berubah warnamenjadi coklat kekuning-kuningan, kemudian berubah menjadi coklat tua. Akhirnyaseluruh permukaan daun berwarna coklat.
Pengendalian : (a) pergiliran tanaman, (b) mengatur kondisi lahan tidak lembab, (c)gunakan fungisida yang dianjurkan 

  1. Penyakit Karat (Rust), Cendawan Puccinia sorghi Schw dan P. polypora.
Kerusakan : pada tanaman dewasa, daun tua terdapat titik=titik noda berwarna merahkecoklatan seperti karat serta terdapat serbuk berwarna kuning kecoklatan,serbuk cendawan ini berkembang dan memanjang.
Pengendalian : (a) mengatur kelembaban, (b) menanam varietas tahanterhadap penyakit, (c) sanitasi kebun, (d) gunakan fungisida yang dianjurkan

08:59 | 0 comments

Hama dan Penyakit pada Jagung

Jagung, siapa yang tak kenal makanan yang satu ini. Hasil panen dapat diolah menjadi olahan jagung yang unik dan variatif. Dalam pengelolaan budidaya Jagung, pengelolaan hamadan penyakit merupakan salah satu faktor utama penentu keberhasilan budidaya,Andapun bisa menikmati hasil panen.
Beberapa jenis hama penting tanaman jagung,diantaranya adalah :
1. Lalat Bibit (atherigona exigua Stein)
Kerusakan : daun berubah warna menjadi kekuningan, bagian yang terserang mengalamipembusukan, akhirnya tanaman menjadi layu, menjadi kerdil atau mati.
Pengendalian : (a) penanaman serentak dan penerapan pergiliran tanaman. (b) tanaman yangterserang segera dicabut dan dimusnahkan. (c) Sanitasi kebun. (d) semprotdengan pestisida yang direkomendasikan 


2. Ulat Pemotong (Agrotis ipsilon, Spodoptera litura,Ostrinia furnacalis Helicoverpa armigera).
Kerusakan : tanaman terpotong beberapa cm diatas permukaan tanah, ditandai dengan bekasgigitan pada batangnya, akibatnya tanaman yang masih muda roboh.
Pengendalian : (a) Tanam serentak atau pergiliran tanaman; (b) cari dan bunuh ulat-ulattersebut (biasanya terdapat di dalam tanah); (c) semprot dengan pestisida yangdirekomendasikan. 

3. Hama Uret (Phyllopaga-Lachnosterna,Holotrichia-Helleri-Brsk)
Kerusakan : Bila larva memakan akar jagung maka akan menyebabkan tanaman kelihatantidak segar, kekuning-kuningan, kerdil dan akhirnya mati. Bila tanaman tidakmati buahnya sangat sedikit.
Pengendalian : (a) pada saat pengolahan tanah, larva dikumpulkan atau kumbang ditangkapsecara fisik (lampu perangkap), juga dengan menggenangi lahan yang akanditanmi, (b) Penggunaan parasitoid, (c) pengendalian kimiawi dengan aplikasiinsektisidagranuler, tatapi hanya efektif dilakukan pada barisan yang akanditanami. 

4. Ulat Grayak (Leucania unipunctata)
Kerusakan : Larva memakan daun. Larva instar awal hanya memakan tepi daun, sementaralarva yang sudah besar memakan seluruh daun. Bila serangan berat maka daun akanterlihat berserakan di atas tanah dan akhirnya tanaman akan mati.
Pengendalian : (a) secara mekanik dengan memencet larva yang masih kecil dan berkelompokdi bagian pucuk, (b) musuh alam seperti kata, burung, jamur pathogen seranggadll, (c) aplikasi insektisida setelah hama mencapai ambang ekonomi. 

Penyakit-penyakit penting pada tanaman jagung, diantaranya adalah :
  1. Penyakit Bulai (Downy mildew)
Kerusakan : (a) umur 2-3 minggu daun runcing, kecil, kaku,pertumbuhan batang terhambat, warna menguning, sisi bawah daun terdapat lapisanspora cendawan warna putih, (b) umur 3-5 minggu mengalami gangguan pertumbuhan,daun berubah warna dari bagian pangkal daun, tongkol berubah bentuk dan isi,(c) pada tanaman dewasa, terdapat garis-garis kecoklatan pada daun tua.
Pengendalian : (a) penanaman menjelang atau awal musim penghujan, (b) pola tanam dan polapergiliran tanaman, penanaman varietas tahan, (c) cabut tanaman terserang danmusnahkan, (d) Preventif diawal tanam dengan GLIO. 

  1. Penyakit Bercak Daun (Leaf bligh)
Kerusakan : pada daun tampak bercak memanjang dan teratur berwarnakuning dan dikelilingi warna coklat, bercak berkembang dan meluas dari ujungdaun hingga ke pangkal daun, semula bercak tampak basah, kemudian berubah warnamenjadi coklat kekuning-kuningan, kemudian berubah menjadi coklat tua. Akhirnyaseluruh permukaan daun berwarna coklat.
Pengendalian : (a) pergiliran tanaman, (b) mengatur kondisi lahan tidak lembab, (c)gunakan fungisida yang dianjurkan 

  1. Penyakit Karat (Rust), Cendawan Puccinia sorghi Schw dan P. polypora.
Kerusakan : pada tanaman dewasa, daun tua terdapat titik=titik noda berwarna merahkecoklatan seperti karat serta terdapat serbuk berwarna kuning kecoklatan,serbuk cendawan ini berkembang dan memanjang.
Pengendalian : (a) mengatur kelembaban, (b) menanam varietas tahanterhadap penyakit, (c) sanitasi kebun, (d) gunakan fungisida yang dianjurkan

08:59 | 0 comments

Welcome Guys

ayo sehat tips sehat diabetes
makan sehat apa aja dimakan
oke lah kalo begitu

Categories