Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

gabunglah dengan ribuan orang pecinta "HIDUP sehat"

Showing posts with label obesitas. Show all posts
Showing posts with label obesitas. Show all posts

Pemanis Buatan tidak Bikin Gemuk?

Written By Admin on Sunday, 17 January 2010 | 20:51


Rasanya hampir semua makanan mengandung gula, termasuk juga karbohidrat utama seperti nasi, roti, atau mi. Belum lagi buah-buahan dan makanan kecil lainnya. Padahal, terlalu banyak gula bisa menyebabkan kelebihan berat badan dan penyakit. Karena itulah, agar tetap bisa menikmati makanan favorit tanpa khawatir kelebihan kalori, kini makin banyak orang berpaling pada pemanis buatan, yang disebut juga sebagai gula rendah kalori.
Dalam situs kesehatan mayoclinic disebutkan bahwa pemanis buatan adalah senyawa kimia yang ditambahkan atau digunakan untuk keperluan olahan pangan, industri, atau makanan dan minuman.



Pada awalnya pemanis buatan digunakan oleh para penderita diabetes atau obesitas untuk mengontrol jumlah kalori dalam makanan dan penurunan berat badan. Dengan pemanis buatan, penderita diabetes tetap bisa menikmati rasa manis tanpa khawatir gula darahnya naik.

Tetapi, beberapa makanan yang diberi label bebas gula (sugar free) biasanya juga mengandung pemanis, seperti sorbito atau mannitol, yang mengandung kalori dan bisa memengaruhi kadar gula darah.

 
Lagi pula, menghilangkan gula dari makanan atau minuman tidak otomatis membuatnya jadi lebih rendah kalori atau rendah lemak. Bila kita mengonsumsi makanan, meski diberi pemanis buatan, terlalu banyak, tetap saja kalorinya akan lebih banyak dari yang kita butuhkan.

Amankah?
Di Indonesia ada 13 jenis pemanis buatan yang diizinkan penggunaannya dalam produk-produk pangan, yakni aspartam, acesulfam-K, alitam, neotam, siklamat, sakarin, sukralosa, dan isomalt, serta 5 lagi yang termasuk dalam kelompok poliol, yaitu xilitol, maltitol, manitol, sorbitol, dan laktitol.

Meskipun pemanis buatan memiliki kadar kalori lebih rendah, bukan berarti kita bisa mengonsumsinya secara bebas. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menetapkan nilai ADI (acceptable daily intake).

ADI diartikan sebagai jumlah maksimum senyawa kimia yang bisa dikonsumsi setiap hari secara terus menerus tanpa menimbulkan gangguan pada kesehatan. Siklamat pada manusia mempunyai nilai ADI maksimum 11 mg/kg berat badan.

Pemanis buatan sering disebut-sebut bisa memicu timbulnya berbagai masalah kesehatan, termasuk kanker. Menurut the National Cancer Institute, sebenarnya belum ada bukti ilmiah mengenai kaitan antara kanker dan pemanis buatan. Beberapa penelitian juga menunjukkan pemanis buatan aman untuk populasi umum.

Meski demikian, di banyak negara pemanis buatan seperti siklamat dan sakarin sudah mulai dikurangi penggunaannya karena keamanannya dianggap meragukan. Sebagian ahli juga berpendapat pemanis buatan hanya boleh dikonsumsi orang yang sedang diet gula atau penderita diabetes. Sedangkan orang sehat disarankan untuk mengonsumsi gula biasa.

Bila Anda khawatir makanan yang dikonsumsi mengandung pemanis buatan, ada beberapa ciri dari produk yang menggunakan pemanis buatan, yaitu: makanan/minuman yang diberi pemanis buatan mempunyai rasa pahit ikutan (after taste), terutama sakarin. Selain itu, minuman yang diberi pemanis buatan lebih encer dibandingkan dengan minuman yang menggunakan gula.

sumber: mayoclinic
20:51 | 1 comments

Pemanis Buatan tidak Bikin Gemuk?


Rasanya hampir semua makanan mengandung gula, termasuk juga karbohidrat utama seperti nasi, roti, atau mi. Belum lagi buah-buahan dan makanan kecil lainnya. Padahal, terlalu banyak gula bisa menyebabkan kelebihan berat badan dan penyakit. Karena itulah, agar tetap bisa menikmati makanan favorit tanpa khawatir kelebihan kalori, kini makin banyak orang berpaling pada pemanis buatan, yang disebut juga sebagai gula rendah kalori.
Dalam situs kesehatan mayoclinic disebutkan bahwa pemanis buatan adalah senyawa kimia yang ditambahkan atau digunakan untuk keperluan olahan pangan, industri, atau makanan dan minuman.



Pada awalnya pemanis buatan digunakan oleh para penderita diabetes atau obesitas untuk mengontrol jumlah kalori dalam makanan dan penurunan berat badan. Dengan pemanis buatan, penderita diabetes tetap bisa menikmati rasa manis tanpa khawatir gula darahnya naik.

Tetapi, beberapa makanan yang diberi label bebas gula (sugar free) biasanya juga mengandung pemanis, seperti sorbito atau mannitol, yang mengandung kalori dan bisa memengaruhi kadar gula darah.

 
Lagi pula, menghilangkan gula dari makanan atau minuman tidak otomatis membuatnya jadi lebih rendah kalori atau rendah lemak. Bila kita mengonsumsi makanan, meski diberi pemanis buatan, terlalu banyak, tetap saja kalorinya akan lebih banyak dari yang kita butuhkan.


Amankah?
Di Indonesia ada 13 jenis pemanis buatan yang diizinkan penggunaannya dalam produk-produk pangan, yakni aspartam, acesulfam-K, alitam, neotam, siklamat, sakarin, sukralosa, dan isomalt, serta 5 lagi yang termasuk dalam kelompok poliol, yaitu xilitol, maltitol, manitol, sorbitol, dan laktitol.

Meskipun pemanis buatan memiliki kadar kalori lebih rendah, bukan berarti kita bisa mengonsumsinya secara bebas. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menetapkan nilai ADI (acceptable daily intake).

ADI diartikan sebagai jumlah maksimum senyawa kimia yang bisa dikonsumsi setiap hari secara terus menerus tanpa menimbulkan gangguan pada kesehatan. Siklamat pada manusia mempunyai nilai ADI maksimum 11 mg/kg berat badan.

Pemanis buatan sering disebut-sebut bisa memicu timbulnya berbagai masalah kesehatan, termasuk kanker. Menurut the National Cancer Institute, sebenarnya belum ada bukti ilmiah mengenai kaitan antara kanker dan pemanis buatan. Beberapa penelitian juga menunjukkan pemanis buatan aman untuk populasi umum.

Meski demikian, di banyak negara pemanis buatan seperti siklamat dan sakarin sudah mulai dikurangi penggunaannya karena keamanannya dianggap meragukan. Sebagian ahli juga berpendapat pemanis buatan hanya boleh dikonsumsi orang yang sedang diet gula atau penderita diabetes. Sedangkan orang sehat disarankan untuk mengonsumsi gula biasa.

Bila Anda khawatir makanan yang dikonsumsi mengandung pemanis buatan, ada beberapa ciri dari produk yang menggunakan pemanis buatan, yaitu: makanan/minuman yang diberi pemanis buatan mempunyai rasa pahit ikutan (after taste), terutama sakarin. Selain itu, minuman yang diberi pemanis buatan lebih encer dibandingkan dengan minuman yang menggunakan gula.


sumber: mayoclinic

20:51 | 1 comments

Pemanis Buatan tidak Bikin Gemuk?


Rasanya hampir semua makanan mengandung gula, termasuk juga karbohidrat utama seperti nasi, roti, atau mi. Belum lagi buah-buahan dan makanan kecil lainnya. Padahal, terlalu banyak gula bisa menyebabkan kelebihan berat badan dan penyakit. Karena itulah, agar tetap bisa menikmati makanan favorit tanpa khawatir kelebihan kalori, kini makin banyak orang berpaling pada pemanis buatan, yang disebut juga sebagai gula rendah kalori.
Dalam situs kesehatan mayoclinic disebutkan bahwa pemanis buatan adalah senyawa kimia yang ditambahkan atau digunakan untuk keperluan olahan pangan, industri, atau makanan dan minuman.



Pada awalnya pemanis buatan digunakan oleh para penderita diabetes atau obesitas untuk mengontrol jumlah kalori dalam makanan dan penurunan berat badan. Dengan pemanis buatan, penderita diabetes tetap bisa menikmati rasa manis tanpa khawatir gula darahnya naik.

Tetapi, beberapa makanan yang diberi label bebas gula (sugar free) biasanya juga mengandung pemanis, seperti sorbito atau mannitol, yang mengandung kalori dan bisa memengaruhi kadar gula darah.

 
Lagi pula, menghilangkan gula dari makanan atau minuman tidak otomatis membuatnya jadi lebih rendah kalori atau rendah lemak. Bila kita mengonsumsi makanan, meski diberi pemanis buatan, terlalu banyak, tetap saja kalorinya akan lebih banyak dari yang kita butuhkan.


Amankah?
Di Indonesia ada 13 jenis pemanis buatan yang diizinkan penggunaannya dalam produk-produk pangan, yakni aspartam, acesulfam-K, alitam, neotam, siklamat, sakarin, sukralosa, dan isomalt, serta 5 lagi yang termasuk dalam kelompok poliol, yaitu xilitol, maltitol, manitol, sorbitol, dan laktitol.

Meskipun pemanis buatan memiliki kadar kalori lebih rendah, bukan berarti kita bisa mengonsumsinya secara bebas. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menetapkan nilai ADI (acceptable daily intake).

ADI diartikan sebagai jumlah maksimum senyawa kimia yang bisa dikonsumsi setiap hari secara terus menerus tanpa menimbulkan gangguan pada kesehatan. Siklamat pada manusia mempunyai nilai ADI maksimum 11 mg/kg berat badan.

Pemanis buatan sering disebut-sebut bisa memicu timbulnya berbagai masalah kesehatan, termasuk kanker. Menurut the National Cancer Institute, sebenarnya belum ada bukti ilmiah mengenai kaitan antara kanker dan pemanis buatan. Beberapa penelitian juga menunjukkan pemanis buatan aman untuk populasi umum.

Meski demikian, di banyak negara pemanis buatan seperti siklamat dan sakarin sudah mulai dikurangi penggunaannya karena keamanannya dianggap meragukan. Sebagian ahli juga berpendapat pemanis buatan hanya boleh dikonsumsi orang yang sedang diet gula atau penderita diabetes. Sedangkan orang sehat disarankan untuk mengonsumsi gula biasa.

Bila Anda khawatir makanan yang dikonsumsi mengandung pemanis buatan, ada beberapa ciri dari produk yang menggunakan pemanis buatan, yaitu: makanan/minuman yang diberi pemanis buatan mempunyai rasa pahit ikutan (after taste), terutama sakarin. Selain itu, minuman yang diberi pemanis buatan lebih encer dibandingkan dengan minuman yang menggunakan gula.


sumber: mayoclinic

20:51 | 1 comments

Pemanis Buatan tidak Bikin Gemuk?


Rasanya hampir semua makanan mengandung gula, termasuk juga karbohidrat utama seperti nasi, roti, atau mi. Belum lagi buah-buahan dan makanan kecil lainnya. Padahal, terlalu banyak gula bisa menyebabkan kelebihan berat badan dan penyakit. Karena itulah, agar tetap bisa menikmati makanan favorit tanpa khawatir kelebihan kalori, kini makin banyak orang berpaling pada pemanis buatan, yang disebut juga sebagai gula rendah kalori.
Dalam situs kesehatan mayoclinic disebutkan bahwa pemanis buatan adalah senyawa kimia yang ditambahkan atau digunakan untuk keperluan olahan pangan, industri, atau makanan dan minuman.



Pada awalnya pemanis buatan digunakan oleh para penderita diabetes atau obesitas untuk mengontrol jumlah kalori dalam makanan dan penurunan berat badan. Dengan pemanis buatan, penderita diabetes tetap bisa menikmati rasa manis tanpa khawatir gula darahnya naik.

Tetapi, beberapa makanan yang diberi label bebas gula (sugar free) biasanya juga mengandung pemanis, seperti sorbito atau mannitol, yang mengandung kalori dan bisa memengaruhi kadar gula darah.

 
Lagi pula, menghilangkan gula dari makanan atau minuman tidak otomatis membuatnya jadi lebih rendah kalori atau rendah lemak. Bila kita mengonsumsi makanan, meski diberi pemanis buatan, terlalu banyak, tetap saja kalorinya akan lebih banyak dari yang kita butuhkan.


Amankah?
Di Indonesia ada 13 jenis pemanis buatan yang diizinkan penggunaannya dalam produk-produk pangan, yakni aspartam, acesulfam-K, alitam, neotam, siklamat, sakarin, sukralosa, dan isomalt, serta 5 lagi yang termasuk dalam kelompok poliol, yaitu xilitol, maltitol, manitol, sorbitol, dan laktitol.

Meskipun pemanis buatan memiliki kadar kalori lebih rendah, bukan berarti kita bisa mengonsumsinya secara bebas. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menetapkan nilai ADI (acceptable daily intake).

ADI diartikan sebagai jumlah maksimum senyawa kimia yang bisa dikonsumsi setiap hari secara terus menerus tanpa menimbulkan gangguan pada kesehatan. Siklamat pada manusia mempunyai nilai ADI maksimum 11 mg/kg berat badan.

Pemanis buatan sering disebut-sebut bisa memicu timbulnya berbagai masalah kesehatan, termasuk kanker. Menurut the National Cancer Institute, sebenarnya belum ada bukti ilmiah mengenai kaitan antara kanker dan pemanis buatan. Beberapa penelitian juga menunjukkan pemanis buatan aman untuk populasi umum.

Meski demikian, di banyak negara pemanis buatan seperti siklamat dan sakarin sudah mulai dikurangi penggunaannya karena keamanannya dianggap meragukan. Sebagian ahli juga berpendapat pemanis buatan hanya boleh dikonsumsi orang yang sedang diet gula atau penderita diabetes. Sedangkan orang sehat disarankan untuk mengonsumsi gula biasa.

Bila Anda khawatir makanan yang dikonsumsi mengandung pemanis buatan, ada beberapa ciri dari produk yang menggunakan pemanis buatan, yaitu: makanan/minuman yang diberi pemanis buatan mempunyai rasa pahit ikutan (after taste), terutama sakarin. Selain itu, minuman yang diberi pemanis buatan lebih encer dibandingkan dengan minuman yang menggunakan gula.


sumber: mayoclinic

20:51 | 1 comments

Sarapan Pagi Hindarkan Tubuh dari Obesitas

-->
MENGHINDARI sarapan pagi merupakan cara mudah mengurangi jumlah kalori. Tapi, apakah cara ini efektif untuk menurunkan berat badan? Sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of Obesity Research justru menguraikan kalau sarapan setiap pagi merupakan kunci sukses menurunkan dan mempertahankan berat badan sehat. Berdasarkan studi tersebut, mereka yang sarapan pagi bisa menurunkan berat badan hingga 30 kg dan bisa mempertahankannya.

Jadi, jika Anda juga selalu menghindari sarapan pagi dengan alasan menurunkan berat badan, ada baiknya mempertimbangkannya kembali. Berikut beberapa alasan lain mengapa Anda sebaiknya sarapan setiap pagi:


Membangunkan sistem metabolisme.
Saat tidur, tubuh akan merespon ketidakhadiran makanan dengan cara memperlambat proses metabolisme dan membakar lebih sedikit kalori untuk menghemat energi. Dengan sarapan pagi, berarti Anda membangunkan sistem metabolisme dan mempercepat kemampuan mesin Anda dalam membakar kalori. Semakin banyak kalori yang dibakar, semakin banyak pula berat badan yang bisa diturunkan.

Menghindari makan berlebih.
Para peneliti menemukan, mereka yang sarapan pagi berkesempatan lebih besar menurunkan dan mempertahankan berat badan. Jika menghindari sarapan, Anda akan kehilangan kontrol porsi saat makan siang karena terlalu lapar.

Meningkatkan performa kerja.
Studi-studi menunjukkan, mereka yang sarapan lebih waspada dan bisa mengerjakan tugas yang diberikan dibandingkan mereka yang menghindari sarapan. Sarapan akan meningkatkan kerja memori dan berdampak positif pada pekerjaan yang membutuhkan ingatan mengenai informasi-informasi baru.

Kesempatan untuk mengosumsi makanan yang mungkin tidak bisa Anda konsumsi sepanjang hari. Anda bisa menikmati sereal whole grain dengan berry serta susu tanpa lemak. Dengan cara ini, Anda bisa mendapatkan serat, asam folat dan kalsium dalam satu mangkok. Makanan seperti ini tentunya akan sulit Anda dapatkan dengan segala kesibukan di sepanjang hari.

Memperbaiki mood. Studi-studi menunjukkan, mereka yang sarapan cenderung mempunyai mood yang lebih baik. Sarapan membantu Anda mengawali hari dengan perasaan baik, mood ini tentu akan terus terbawa sepanjang hari. Selain itu, Anda cenderung akan lebih memperhatikan dan memilih menu yang sehat untuk makan siang.

Mesin tubuh Anda bekerja lebih baik.
Dengan menikmati sarapan yang sehat tepat waktu, Anda akan lebih siap menghadapi aktivitas di sepanjang hari.

Contoh yang baik. Jika Anda menghindari sarapan, anak Anda juga akan mengira kalau itu merupakan cara yang baik. Sarapan tidak harus yang berat-berat, tetapi jangan diabaikan. Jadikan sarapan sebagai kebiasaan, makan anak Anda tentunya akan dengan senang hati mengikutinya.




19:59 | 0 comments

Sarapan Pagi Hindarkan Tubuh dari Obesitas

MENGHINDARI sarapan pagi merupakan cara mudah mengurangi jumlah kalori. Tapi, apakah cara ini efektif untuk menurunkan berat badan? Sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of Obesity Research justru menguraikan kalau sarapan setiap pagi merupakan kunci sukses menurunkan dan mempertahankan berat badan sehat. Berdasarkan studi tersebut, mereka yang sarapan pagi bisa menurunkan berat badan hingga 30 kg dan bisa mempertahankannya.

Jadi, jika Anda juga selalu menghindari sarapan pagi dengan alasan menurunkan berat badan, ada baiknya mempertimbangkannya kembali. Berikut beberapa alasan lain mengapa Anda sebaiknya sarapan setiap pagi:


Membangunkan sistem metabolisme.
Saat tidur, tubuh akan merespon ketidakhadiran makanan dengan cara memperlambat proses metabolisme dan membakar lebih sedikit kalori untuk menghemat energi. Dengan sarapan pagi, berarti Anda membangunkan sistem metabolisme dan mempercepat kemampuan mesin Anda dalam membakar kalori. Semakin banyak kalori yang dibakar, semakin banyak pula berat badan yang bisa diturunkan.

Menghindari makan berlebih.
Para peneliti menemukan, mereka yang sarapan pagi berkesempatan lebih besar menurunkan dan mempertahankan berat badan. Jika menghindari sarapan, Anda akan kehilangan kontrol porsi saat makan siang karena terlalu lapar.

Meningkatkan performa kerja.
Studi-studi menunjukkan, mereka yang sarapan lebih waspada dan bisa mengerjakan tugas yang diberikan dibandingkan mereka yang menghindari sarapan. Sarapan akan meningkatkan kerja memori dan berdampak positif pada pekerjaan yang membutuhkan ingatan mengenai informasi-informasi baru.

Kesempatan untuk mengosumsi makanan yang mungkin tidak bisa Anda konsumsi sepanjang hari. Anda bisa menikmati sereal whole grain dengan berry serta susu tanpa lemak. Dengan cara ini, Anda bisa mendapatkan serat, asam folat dan kalsium dalam satu mangkok. Makanan seperti ini tentunya akan sulit Anda dapatkan dengan segala kesibukan di sepanjang hari.

Memperbaiki mood. Studi-studi menunjukkan, mereka yang sarapan cenderung mempunyai mood yang lebih baik. Sarapan membantu Anda mengawali hari dengan perasaan baik, mood ini tentu akan terus terbawa sepanjang hari. Selain itu, Anda cenderung akan lebih memperhatikan dan memilih menu yang sehat untuk makan siang.

Mesin tubuh Anda bekerja lebih baik.
Dengan menikmati sarapan yang sehat tepat waktu, Anda akan lebih siap menghadapi aktivitas di sepanjang hari.

Contoh yang baik. Jika Anda menghindari sarapan, anak Anda juga akan mengira kalau itu merupakan cara yang baik. Sarapan tidak harus yang berat-berat, tetapi jangan diabaikan. Jadikan sarapan sebagai kebiasaan, makan anak Anda tentunya akan dengan senang hati mengikutinya.




19:59 | 0 comments

Sarapan Pagi Hindarkan Tubuh dari Obesitas

MENGHINDARI sarapan pagi merupakan cara mudah mengurangi jumlah kalori. Tapi, apakah cara ini efektif untuk menurunkan berat badan? Sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of Obesity Research justru menguraikan kalau sarapan setiap pagi merupakan kunci sukses menurunkan dan mempertahankan berat badan sehat. Berdasarkan studi tersebut, mereka yang sarapan pagi bisa menurunkan berat badan hingga 30 kg dan bisa mempertahankannya.

Jadi, jika Anda juga selalu menghindari sarapan pagi dengan alasan menurunkan berat badan, ada baiknya mempertimbangkannya kembali. Berikut beberapa alasan lain mengapa Anda sebaiknya sarapan setiap pagi:


Membangunkan sistem metabolisme.
Saat tidur, tubuh akan merespon ketidakhadiran makanan dengan cara memperlambat proses metabolisme dan membakar lebih sedikit kalori untuk menghemat energi. Dengan sarapan pagi, berarti Anda membangunkan sistem metabolisme dan mempercepat kemampuan mesin Anda dalam membakar kalori. Semakin banyak kalori yang dibakar, semakin banyak pula berat badan yang bisa diturunkan.

Menghindari makan berlebih.
Para peneliti menemukan, mereka yang sarapan pagi berkesempatan lebih besar menurunkan dan mempertahankan berat badan. Jika menghindari sarapan, Anda akan kehilangan kontrol porsi saat makan siang karena terlalu lapar.

Meningkatkan performa kerja.
Studi-studi menunjukkan, mereka yang sarapan lebih waspada dan bisa mengerjakan tugas yang diberikan dibandingkan mereka yang menghindari sarapan. Sarapan akan meningkatkan kerja memori dan berdampak positif pada pekerjaan yang membutuhkan ingatan mengenai informasi-informasi baru.

Kesempatan untuk mengosumsi makanan yang mungkin tidak bisa Anda konsumsi sepanjang hari. Anda bisa menikmati sereal whole grain dengan berry serta susu tanpa lemak. Dengan cara ini, Anda bisa mendapatkan serat, asam folat dan kalsium dalam satu mangkok. Makanan seperti ini tentunya akan sulit Anda dapatkan dengan segala kesibukan di sepanjang hari.

Memperbaiki mood. Studi-studi menunjukkan, mereka yang sarapan cenderung mempunyai mood yang lebih baik. Sarapan membantu Anda mengawali hari dengan perasaan baik, mood ini tentu akan terus terbawa sepanjang hari. Selain itu, Anda cenderung akan lebih memperhatikan dan memilih menu yang sehat untuk makan siang.

Mesin tubuh Anda bekerja lebih baik.
Dengan menikmati sarapan yang sehat tepat waktu, Anda akan lebih siap menghadapi aktivitas di sepanjang hari.

Contoh yang baik. Jika Anda menghindari sarapan, anak Anda juga akan mengira kalau itu merupakan cara yang baik. Sarapan tidak harus yang berat-berat, tetapi jangan diabaikan. Jadikan sarapan sebagai kebiasaan, makan anak Anda tentunya akan dengan senang hati mengikutinya.




19:59 | 0 comments

Sarapan Pagi Hindarkan Tubuh dari Obesitas



MENGHINDARI sarapan pagi merupakan cara mudah mengurangi jumlah kalori. Tapi, apakah cara ini efektif untuk menurunkan berat badan? Sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of Obesity Research justru menguraikan kalau sarapan setiap pagi merupakan kunci sukses menurunkan dan mempertahankan berat badan sehat. Berdasarkan studi tersebut, mereka yang sarapan pagi bisa menurunkan berat badan hingga 30 kg dan bisa mempertahankannya.

Jadi, jika Anda juga selalu menghindari sarapan pagi dengan alasan menurunkan berat badan, ada baiknya mempertimbangkannya kembali. Berikut beberapa alasan lain mengapa Anda sebaiknya sarapan setiap pagi:


Membangunkan sistem metabolisme.
Saat tidur, tubuh akan merespon ketidakhadiran makanan dengan cara memperlambat proses metabolisme dan membakar lebih sedikit kalori untuk menghemat energi. Dengan sarapan pagi, berarti Anda membangunkan sistem metabolisme dan mempercepat kemampuan mesin Anda dalam membakar kalori. Semakin banyak kalori yang dibakar, semakin banyak pula berat badan yang bisa diturunkan.

Menghindari makan berlebih.
Para peneliti menemukan, mereka yang sarapan pagi berkesempatan lebih besar menurunkan dan mempertahankan berat badan. Jika menghindari sarapan, Anda akan kehilangan kontrol porsi saat makan siang karena terlalu lapar.

Meningkatkan performa kerja.
Studi-studi menunjukkan, mereka yang sarapan lebih waspada dan bisa mengerjakan tugas yang diberikan dibandingkan mereka yang menghindari sarapan. Sarapan akan meningkatkan kerja memori dan berdampak positif pada pekerjaan yang membutuhkan ingatan mengenai informasi-informasi baru.

Kesempatan untuk mengosumsi makanan yang mungkin tidak bisa Anda konsumsi sepanjang hari. Anda bisa menikmati sereal whole grain dengan berry serta susu tanpa lemak. Dengan cara ini, Anda bisa mendapatkan serat, asam folat dan kalsium dalam satu mangkok. Makanan seperti ini tentunya akan sulit Anda dapatkan dengan segala kesibukan di sepanjang hari.

Memperbaiki mood. Studi-studi menunjukkan, mereka yang sarapan cenderung mempunyai mood yang lebih baik. Sarapan membantu Anda mengawali hari dengan perasaan baik, mood ini tentu akan terus terbawa sepanjang hari. Selain itu, Anda cenderung akan lebih memperhatikan dan memilih menu yang sehat untuk makan siang.

Mesin tubuh Anda bekerja lebih baik.
Dengan menikmati sarapan yang sehat tepat waktu, Anda akan lebih siap menghadapi aktivitas di sepanjang hari.

Contoh yang baik. Jika Anda menghindari sarapan, anak Anda juga akan mengira kalau itu merupakan cara yang baik. Sarapan tidak harus yang berat-berat, tetapi jangan diabaikan. Jadikan sarapan sebagai kebiasaan, makan anak Anda tentunya akan dengan senang hati mengikutinya.









19:59 | 0 comments

Sarapan Pagi Hindarkan Tubuh dari Obesitas

Written By Admin on Thursday, 1 October 2009 | 21:24

MENGHINDARI sarapan pagi merupakan cara mudah mengurangi jumlah kalori. Tapi, apakah cara ini efektif untuk menurunkan berat badan? Sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of Obesity Research justru menguraikan kalau sarapan setiap pagi merupakan kunci sukses menurunkan dan mempertahankan berat badan sehat. Berdasarkan studi tersebut, mereka yang sarapan pagi bisa menurunkan berat badan hingga 30 kg dan bisa mempertahankannya.



Jadi, jika Anda juga selalu menghindari sarapan pagi dengan alasan menurunkan berat badan, ada baiknya mempertimbangkannya kembali. Berikut beberapa alasan lain mengapa Anda sebaiknya sarapan setiap pagi:



Membangunkan sistem metabolisme.
Saat tidur, tubuh akan merespon ketidakhadiran makanan dengan cara memperlambat proses metabolisme dan membakar lebih sedikit kalori untuk menghemat energi. Dengan sarapan pagi, berarti Anda membangunkan sistem metabolisme dan mempercepat kemampuan mesin Anda dalam membakar kalori. Semakin banyak kalori yang dibakar, semakin banyak pula berat badan yang bisa diturunkan.



Menghindari makan berlebih.
Para peneliti menemukan, mereka yang sarapan pagi berkesempatan lebih besar menurunkan dan mempertahankan berat badan. Jika menghindari sarapan, Anda akan kehilangan kontrol porsi saat makan siang karena terlalu lapar.



Meningkatkan performa kerja.
Studi-studi menunjukkan, mereka yang sarapan lebih waspada dan bisa mengerjakan tugas yang diberikan dibandingkan mereka yang menghindari sarapan. Sarapan akan meningkatkan kerja memori dan berdampak positif pada pekerjaan yang membutuhkan ingatan mengenai informasi-informasi baru.



Kesempatan untuk mengosumsi makanan yang mungkin tidak bisa Anda konsumsi sepanjang hari. Anda bisa menikmati sereal whole grain dengan berry serta susu tanpa lemak. Dengan cara ini, Anda bisa mendapatkan serat, asam folat dan kalsium dalam satu mangkok. Makanan seperti ini tentunya akan sulit Anda dapatkan dengan segala kesibukan di sepanjang hari.



Memperbaiki mood. Studi-studi menunjukkan, mereka yang sarapan cenderung mempunyai mood yang lebih baik. Sarapan membantu Anda mengawali hari dengan perasaan baik, mood



Mesin tubuh Anda bekerja lebih baik.
Dengan menikmati sarapan yang sehat tepat waktu, Anda akan lebih siap menghadapi aktivitas di sepanjang hari.



Contoh yang baik. Jika Anda menghindari sarapan, anak Anda juga akan mengira kalau itu merupakan cara yang baik. Sarapan tidak harus yang berat-berat, tetapi jangan diabaikan. Jadikan sarapan sebagai kebiasaan, makan anak Anda tentunya akan dengan senang hati mengikutinya.

ini tentu akan terus terbawa sepanjang hari. Selain itu, Anda cenderung akan lebih memperhatikan dan memilih menu yang sehat untuk makan siang.



Penulis : Ikarowina Tarigan





21:24 | 1 comments

Welcome Guys

ayo sehat tips sehat diabetes
makan sehat apa aja dimakan
oke lah kalo begitu

Categories