Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

gabunglah dengan ribuan orang pecinta "HIDUP sehat"

Daun Bayam: Mudah Tanam, Khasiat Menghujam

Written By Admin on Saturday, 10 November 2012 | 05:24

Teringat saat masa kecil, orangtua berupaya menyemangati anak-anaknya dengan berkata “ayo nak makan bayam supaya kuat seperti popeye”. Ini kekuatan rahasia popeye :D
Yap, bayam atau spinach dalam bahasa inggris seperti yang kita kenal merupakan salah satu jenis sayuran ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Apa saja manfaatnya, dapat dibaca pada tulisan di bawah ini. Selamat membaca :D

Bayam yang umumnya dikonsumsi oleh masyarakat merupakan bayam yang berasal dari varietas bayam glatik, bayam putih atau bayam merah. Bayam juga dikenal dengan beragam nama daerah diantaranya bayem abrit, bayem lemah, bayem ringgit, bayem sekul, bayem siti (Jawa),  jawa lufife, tona magaahu, hohoru itoka tokara, baya roriha, loda kohori (Maluku).
Nama latin dari sayuran bayam ini yaitu Amaranthus gangeticus, A. tricolor, A. paniculatus, A. viridis, A. spinosus, A. hybridus dan A. blitum
Bayam termasuk dalam klasifikasi :
Kerajaan          : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Ordo                : Brassicales
Famili              : Brassicaceae

Daun bayam memiliki warna batang dan daun yang bermacam-macam ada yang berwarna hijau, merah dan agak kemerahan. Bentuk daunnya ada yang lonjong, pendek, dan lonjong panjang, ujung daun meruncing. Daun bayam terdiri atas beberapa varietas diantaranya varietas yang memiliki daun bertangkai berbentuk bulat telur dengan warna hijau agak pucat, lemas dan berukuran 5-8 cm, varietas lain memiliki daun dengan warna merah dan yang berwarna hijau tua dengan ujung meruncing.

Bayam
dapat diolah menjadi beragam olahan pangan diantaranyadapat disayur bening, dibuat gado-gado, pecal, atau direbus untuk lalap. Daun bayam yang muda dan lebar digunakan pula sebagai bahan rempeyek.

Setiap
100 g bagian daun bayam mengandung zat gizi yang bermanfaat bagi yang mengkonsumsinya diantaranya:
Komposisi
Jumlah
Kalori
36 kal
Karbohidrat
0.5 g
Protein
3.5 g
Besi
3.9 g
Kalsium
267.0 mg
Fosfor
67 mg
Vitamin A
6090 SI
Vitamin B1
0.1 mg
Vitamin C
80 mg
Air
71.0 g

Bayam mengandung amarantin (jenis pigmen), rutin (jenis flavonoid) dan purin (pembentuk DNA). Keunggulan bayam terletak pada kandungan vitamin A, vitamin C, riboflavin dan asam folat pembentuk vitamin B kompleks, asam amino thiamin dan niasin.

Bayam berkhasiat membersihkan darah setelah
proses melahirkan, memperbaiki fungsi kerja ginjal, menguatkan akar rambut dan melancarkan pencernaan. Bayam juga disarankan untuk dikonsumsi bagi penderita kanker usus, diabetes mellitus, kolesterol tinggi dan disentri. Daun bayam memiliki rasa yang enak, lunak, dapat memberi rasa dingin dalam perut dan melancarkan pencernaan. Kandungan mineral bayam seperti zat besi dapat mengatasi penyakit anemia.

Mohon bantu share ya.^^




Referensi:
Agoes, D. dan Lisdiana. 1995. Memilih dan Mengolah Sayur. Penebar Swadaya, Jakarta. 
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1981. Daftar Komposisi Bahan Makanan. Jakarta:Bharata Karya Aksara.
Dalimartha, S. 2006. Atlas Tumbuhan obat Indonesia. Jakarta: Trubus Agriwidaya.
Hutton, W. 2004. Handy Pocket Guide to Asian Vegetable. Jakarta: PT Java Books.
Nainggolan, RA. 2006. Terapi Jus & Diet. Jakarta: Agromedia
Sunaryono, H. dan Rismunandar. 1981. Pengantar Pengetahuan Dasar Hortikultura I. CV Sinar Baru, Bandung.
Williams, C.N., J.O. Uzo dan W.T.H. Peregrine. 1993. Produksi Sayuran di Daerah Tropika. (S. Ronoprawiro, penerjemah). Gajah mada University Pess, Jogjakarta. 
gambar: ijayhealth.wordpress.com




05:24 | 0 comments

Bahaya Kontaminasi Zat Kimia dan Cemaran Logam pada Makanan

Written By Admin on Thursday, 1 November 2012 | 16:16

Cemaran logam berat pada makanan adalah salah satu masalah yang sangat mengkhawatirkan. Merkuri, tembaga, arsen, fluorida, kadmium, timbal, sianida, nitrit  dan antimon adalah beberapa contoh logam berat yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Kasus yang cukup terkenal akibat keracunan logam berat adalah keracunan merkuri yang pernah terjadi di Teluk Minamata Jepang (1953-1960) yang menimbulkan korban hingga 2.265 korban yang diakui pada 2001 (1.784 di antaranya telah meninggal) Keracunan di daerah tersebut terutama disebabkan oleh konsumsi ikan yang tercemar merkuri atau mengonsumsi biji-bijian yang diberi perlakuan dengan merkuri. Kasus yang terbaru terjadi di Teluk Buyat yang menimbulkan korban lebih dari seratus orang menderita cacat seperti pada kasus Minamata, bahkan beberapa meninggal.

Kontaminasi Logam berat pada makanan dapat terjadi melalui beberapa cara:
  • Pembuangan limbah industri yang mengandung logam berat ke sungai atau laut, kemudian mencemari sumber air atau ikan dan makhluk lain yang hidup dilaut. Jika air tersebut digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti minum dan mandi, maka tubuh manusia dapat terpapar logam-logam berat yang mematikan tersebut. Demikian juga apabila mengkonsumsi ikan atau pangan budidaya perikanan yang telah tercemar. Contoh kasusnya adalah keracunan merkuri yang terjadi di teluk buyat dan minamata.
  • Penggunaan fungisida dan insektisida yang tidak sesuai dengan dosis yang ditentukan, sehingga mencemari bahan pangan. Penggunaan dengan dosis yang tidak tepat ini dapat menimbulkan keracunan yang bisa berakibat pada kematian. Misalkan penggunaan tembaga dalam persenyawaan tembaga oksiklorida dan tembaga sulfat, apabila tidak tepat penggunaannya, jenis senyawa ini dapat menimbulkna residu yang berbahaya pada bahan pangan.  Contoh lainnya adalah Arsen, yaitu arsen pentoksida dicampur dengan kromium trioksida dan tembaga oksida. Logam berat lainnya adalah Fluorida. Salah satu insektisia yang mengandung Na fluorida merupakan campuran asam borat, arsen pentoksida dihidrat, natrium dikromat dan natrium tetra borat pentahidrat
  • Kontaminasi silang melalui lapisan yang terdapat pada alat masak atau alat pengolahan pangan lainnya. Lapisan logam berbahaya pada alat masak tersebut kemudian terkikis atau terkelupas dan akhirnya meracuni pangan. Mekanisme lainnya adalah beberapa logam berat dapat bersenyawa dengan komponen bahan pangan sehingga menimbulkan senyawa baru yang memiliki sifat toksik yang tinggi. Beberapa contoh logam berat yang biasanya digunakan pada alat masak dan dapat mencemari bahan pangan dengan mekanisme ini adalah: Tembaga, seng, antimon (stibium), kadmium
  • Penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) atau food additive yang melebihi kadar yang ditentukan, atau penggunaan bahan yang tidak diizinkan untuk bahan pangan. Penggunaan BTP memang sangat menguntungkan dan dapat meningkatkan nilai suatu pangan olahan. Namun dengan dalih keuntungan ekonomi, penggunaan BTP yang  berbahaya menjadi hal yang lazim dalam industri kecil. Misalkan penggunaan Rhodamin-B pewarna merah, atau Metanil Yellow dalam makanan jajan, kerupuk, dan sirup. Selain itu juga penggunaan boraks dan formalin – pengawet mayat- sebagai bahan pengawet makanan. Penyebab keracunan lain adalah penggunaan BTP melebihi batas yang dizinikan. Misalnya penggunaaan pemanis buatan siklamat dan sakarin yang melebihi batas maksimum penggunaan. Batas penggunaan siklamat adalah 300 mg – 3g/kg bahan, sedangkan batas maksimum penggunaan sakarin adalah 50 – 300 mg/kg bahan. Keduanya hanya boleh digunakan untuk pangan rendah kalori, dan dibatasi tingkat konsumsinya sebesar 0,5 mg/kg berat badan/hari. Contoh lainnya adalah penggunaan Nitrit sebagai pengawet pada daging dan juga memberikan warna merah melewati batas maksimum penggunaan.
  • Kontaminasi dari udara yang telah tercemar dan asap knalpot. Udara yang telah kotor dan mengandung zat berbahaya ini kemudian mengkontaminasi bahan pangan yang telah siap dikonsumsi. Jumlahnya mungkin sedikit, tetapi apabila terjadi pencemaran dalam jangka waktu yang lama, residu logam berbahaya dalam tubuh dapat melebihi ambang batas dan berakibat pada keracunan.
  • Cemaran bahan kimia melalui pengemas makanan. Berbagai tipe pengemas makanan saat ini telah membuat makanan menjadi sesuatu yang praktis, namun tidak semuanya aman. Beberapa bahan plastik dan styrofoam berpotensi untuk migrasi bahan kimia berbahaya dari kemasan kedalam makanan.

Gejala keracunan dari logam berat bermacam-macam, mulai dari 30 menit hingga 6 jam. Gejala umum yang yang sering muncul adalah pucat, muntah, diare kejang, pingsan. Pada beberapa zat kimia lain muncul gejala-gejala seperti  rasa terbakar pada mulut, rasa logam, banyak mengeluarkan air liur dan haus, sakit perut, muntah, cairan tinja mengandung darah, denyut nadi cepat tapi lemah, pucat, kelemahan kaki, kejang-kejang, penglihatan menurun, koma. sakit kepala, keringat dingin, rasa manis dan bau logam pada mulut,  koma dan berakhir denga kematian. Jadi mulai sekarang, perhatikan makanan anda.


16:16 | 0 comments

Kandungan dan Manfaat Daun Singkong

Written By Admin on Wednesday, 24 October 2012 | 17:17

Siapa yang tidak kenal daun singkong? Daun singkong memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Mari kita mengenal daun singkong lebih dekat. Selamat membaca:)
Daun singkong juga dikenal dengan nama daun ubi kayu atau daun ketela pohon. Daun singkong pun dikenal diberbagai daerah diantaranya dengan nama daun sampeu (Sunda), godong bodin (Jawa), daun keutila (Aceh). Daun singkong memiliki nama latin yaitu Manihot utilissima Pohl.; Manihot esculenta Crantz sin., dalam bahasa inggris dikenal dengan nama cassava leaves. Daun singkong termasuk dalam klasifikasi:
Kerajaan         : Plantae
Divisi              : Spermatophyta
Kelas              : Dicotyledoneae
Ordo               : Euphorbiales
Famili              : Euphorbiaceae
Bangsa            : Manihoteae
Genus             : Manihot
Daun singkong memiliki ciri-ciri berdaun besar, menjari dengan lima hingga sembilan belahan lembar daun, bertangkai panjang. Daunnya menjari dengan beberapa variasi bentuk yaitu panjang, elips dan melebar yang bergantung pada jenis varietasnya. Daun muda untuk semua varietas berwarna hijau kemerahan sedangkan warna daun tua berwarna hijau.
Daun singkong biasa dibuat sebagai masakan sayur dengan kuah santan atau dimakan setelah direbus. Daun singkong memiliki dua varietas, yaitu varietas manis dan pahit. Varietas manis mengandung asam sianida lebih sedikit dari varietas pahit sehingga daun singkong muda dari varietas manis umum digunakan.
Komposisi kimia daun singkong/100 g bagian yang dapat dimakan mengandung beragam zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh diantaranya:
Komposisi
Jumlah
Karbohidrat
7.1 g
Protein
6.2 g
Lemak
1.1 g
Serat
2.4 g
Abu
1.2 g
Kalsium
166 mg
Fosfor
99 mg
Besi
1.3 g
Karoten total
7052 µg
Vitamin A
0 SI
Vitamin B1
004 mg
Vitamin C
130.0 mg
Air
84.4 g
Daun singkong kaya akan protein dengan daya cerna 70-80% (tergantung varietas). Selain kandungan metionin, lisin dan mungkin isoleusin yang rendah, kualitas protein daun singkong tidak kalah dengan susu, keju, kedelai, ikan dan telur. Selain itu daun singkong juga kaya protein, karoten, vitamins B1, B2, dan C, serta mineral.
Senyawa antinutrisi yang membatasi penggunaan daun singkong adalah kandungan hidrogen sianida (HCN), tannin dan asam fitat. HCN dalam jumlah lebih dari 1 mg/kg bb per hari dapat menimbulkan gangguan kesehatan. HCN terbentuk dari senyawa glikosida sianogenik singkong yaitu linamarin dan lotaustralin.  Tetapi proses pengolahan dapat mengurangi kadar HCN yang terbentuk, seperti kombinasi pemotongan dan pengeringan dapat mengurangi tingkat HCN hingga level yang tidak berbahaya. Oleh karena itu proses pengolahan sangat penting untuk mengurangi bahaya HCN.
Klorofil pada daun singkong memiliki efek hipokolesterolemia pada percobaan dengan tikus. Daun singkong memiliki efek farmakologis sebagai antioksidan, antikanker, antitumor, dan menambah nafsu makan. Isolat protein pada daun singkong memiliki kemampuan mencegah antiagregasi platelet sehingga berpotensi mencegah penyempitan pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung.

DAFTAR PUSTAKA
de Almeida Siqueira, E.M., S. F. Arruda, R.M. de Vargas, E.M. T. de Souza. 2007. β-Carotene from cassava (Manihot esculenta Crantz) leaves improves vitamin A status in rats. Journal of Comparative Biochemistry and Physiology:235-240.
Direktorat Gizi Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1995. Daftar Komposisi Bahan Makanan. Jakarta: Bharata Karya Aksara.
Eggum, BO. 1970. Protein quality of cassava leaves. Br, J. Nutr. 24, 761.
Ernawaty, E. 2001. Potensi Aktivitas Antiagregasi Platelet Lalap: Buah Tomat, Daun Singkong, Kol Serta Pemanfaatannya Pada Jeli Agar. Skripsi Fateta, IPB.
Fasuyi, AO. 2005. Nutrient composition and processing effects on cassava leaf (Manihot esculenta Crantz) antinutrient. Pakistan Journal of Nutrition (4) 1:37-42.
Hariana, A. 2008. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya. Penebar Swadaya, Jakarta.
Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia. Jakarta: Yayasan Sarana Wana Jaya.
Prawat, H., C. Mahidol, S. Ruchirawat, U. Prawat, P. Tuntiwachwuttikul, U. Tooptakong, W. C. Taylor, C. Pakawatchai, B. W. Skelton, A. H. White. 1995. Cyanogenic and non-cyanogenic glycosides from Manihot esculenta.  Journal of Phytochemistry, Pp  1167-1173
Rubatzky, V. E. dan M. Yamaguchi. 1995. World Vegetable Principles, Production and Nutritive Value. Diterjemahkan oleh Herison, C. ITB, Bandung.
Sentra Informasi Keracunan Nasional BPOM. 2010. Racun Alami pada tanaman. www.pom.go.id/public/siker/desc/produk/racunalamitanaman.pdf  [2 Maret 2010]
Tutik, W dan E. Prangdimurti. 2006. Deteksi secara imunohistokimia antioksidan superoksida dismutase (sod) pada jaringan kelinci hiperkolesterolemia yang diberi pakan klorofil daun singkong. http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/6316  [diakses 4 Maret 2011].













17:17 | 0 comments

Bloosom-end Root alias Busuk Pantat Tomat, Mudah Penangangannya

Written By Admin on Thursday, 4 October 2012 | 18:04

Gambar: LAN, 2012
Bercak coklat yang muncul di ujung buah tomat seperti pada gambar diatas sering muncul pada tanaman tomat. Merusak tampilan buah dan menurunkan nilainya, seperti tomat busuk. Penampakannya seperti terserang penyakit tomat, tetapi sebenarnya ini adalah gejala klasik yang muncul karena gejala fisiologis akibat ketidak seimbangan kalcium pada tanaman. Selain menyerang tomat,gejala ini juga dapat menyerang tanaman lada, labu, dan semangka.

Biasanya menyerang pada saat ukuran tomat sudah mencapai setengah dari ukuran maksimal. Gejalanya muncul sebagai bintik-bintik bulat di bagian pantat buah yang berlawanan dengan ujung pangkal batang dari buah tomat. Bintik coklat ini terlihat seolah direndam air kemudian akan berkembang menjadi hitam dan jika dibiarkan akan membusuk. Jika diraba dengan tangan akan terasa kasar dan diikuti serangan lanjutan dari jamur akibat lembabnya daerah yang berbintik coklat. Akhirnya tomat harus di ambil dan dibuang. Tapi kalau sayang masih bisa di jus kok ^^

Gejala ini biasanya muncul apabila musim tanam dimulai pada saat musim hujan ke 2 (MH 2) dan pada saat buah telah muncul, musim telah memasuki musim kemarau.

Kalsium dibutuhkan dalam konsentrasi yang relatif besar untuk pertumbuhan sel.Ketika buah sedang fase pertumbuhan dan kekurangan kalsium, jaringan akan rusak meninggalkan bekas yang khas di bagian pantat buah.

Beberapa hal yang dapat membatasi kemampuan tanaman untuk menyerap kalsium: kelebihan nitrogen di tanah, kerusakan akar saat pemupukan atau penanganan tanaman, pH tanaman yang tidak sesuai karakteristik tanaman, kelembapan tanah yang tidak stabil dan tak sesuai karakteristik, salinitas tanah yang tinggi, dan suhu tanah yang terlalu dingin. Selain itu curah hujan yang sangat tinggi juga dapat menutupi bulu akar tanaman sehingga mencegah penyerapan kalsium dari tanah sekitarnya.


Bagaimana cara mengatasinya?
tentu saja hilangkan faktor penyebabnya. Hehe. Yang terpenting untuk dilakukan adalah meningkatkan kualitas tanah di daerah pertanaman. 
  1. Seimbangkan kandungan nutrisi tanah. Apabila telah terjadi gejala, dapat ditambahkan dengan pupuk kalsium yang cepat di serap oleh tanah. 
  2. Hindari penggunaan pupuk N yang tinggi. Selain dapat mengurangi penyerapan kalsium, N yang tinggi meningkatkan resiko serangan penyakit.
  3. Jaga kelembapan tanah pada kondisi optimal. Apabila tanah terlalu kering, siram secukupnya hingga lapisan tanah sedalam 10 cm tetap basah. Tapi bukan banjir ya.^^. Lebih efektif apabila menggunakan mulsa perak.
  4. Jaga pH tanah pada titik sekitar 6,5
  5. Apabila telah ditanam, hindari penggemburan tanah yang terlalu dalam saat pembersihan gulma, karena dapat merusak akar
Mudah-mudahan bermanfaat
Oya, anda bisa download ebook TEKNIK LENGKAP BUDIDAYA TOMAT DI SINI



 "khasiat tomat", buah tomat, jus tomat, "kandungan tomat", manfaat tomat, budidaya tomat, tanaman tomat, tomat buah, tomat manfaat
untuk kecantikan, penyakit tumbuhan dan hama, pengendalian hama penyakit, hama pada tomat
hama penyakit tomat
18:04 | 0 comments

Kandungan dan Manfaat Labu Siam

Written By Admin on Tuesday, 2 October 2012 | 19:02


Mm.. lezatnya ketika menikmati lalapan dengan rebusan sayur buah berwarna hijau ini. Rasanya yang sejuk dingin menyegarkan, apalagi jika ditambah dengan sambal yang mantap.

Buah ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Memiliki beragam nama daerah diantaranya gambas (Sunda), walub jipang (Jawa). Nama latin dari buah labu siam yaitu  Sechium edule (Jacq.) Swartz.

Dalam bahasa inggris, buah labu siam ini dikenal dengan nama
chayote. Buah labu siam tergolong dalam ordoCucurbitales, family Cucurbitaceae dan genus Sechium.

Buah labu siam berwarna hijau dan memiliki bentuk yang bervariasi
diantaranya ada yang berbentuk bulat, bulat telur dan bulat memanjang, dengan alur-alur atau tonjolan. Buah ini memiliki panjang 4,3-26,5 cm dan lebar 3-11 cm. Buahnya gemuk, berair dan berserat. Dagingnya berwarna hijau muda keputihan dan rasanya manis atau tawar pada tanaman yang dibudidayakan dan pahit pada tanaman liar. Bijinya yang berbentuk bulat telur berada di dalam buah. Buah labu siam biasa direbus untuk dimakan sebagai lalap atau pecel. Selain itu juga dimasak sebagai sayur dengan kuah santan. Di samping buahnya, tangkai dan akarnya yang berumbi juga terkadang dikonsumsi.

Komposisi yang terkandung dalam 100 g buah labu siam segar diantaranya:

  • air 89,0-93,4 gram, 
  • protein 0,9-1,1 gram, 
  • lemak 0,1-0,3 gram, 
  • karbohidrat 3,5-7,7 gram, 
  • serat 0,4-1,0 gram, 
  • kalsium 12-19  mg
  • fosfor 4-30 mg
  • vitamin A 5 mg. 

Kandungan asam amino yang terdapat pada biji dan buah labu siam yaitu asam aspartat, asam glutamat, alanin,arginin, sistein, fenilalanin, glisin, histidin, isoleusin, leusin, methionin, prolin, serin, tyrosin, threonin dan valin. Wow, ternyata kandungan nutrisinya sangat banyak.

Kandungan nutris
i labu siam tersebut menjadikan labu siam cocok dijadikan makanan pada rumah sakit. Buah labu siam cocok untuk dibuat sebagai makanan bayi, jus dan saus disebabkan konsistensi dari buah labu siam yang lunak. Ramuan yang menggunakan daun atau buah labu digunakan untuk melancarkan kencing, menghilangkan rasa sakit saat kencing, meluruhkan batu ginjal serta untuk pengobatan bagi arteriosklerosis dan hipertensi Kemampuan diuretik dan anti peradangan pada buah dan daunnya telah dibuktikan oleh studi farmakologis.

DAFTAR PUSTAKA
Aung, L.H., A. Ball and M. Kushad. 1990. Developmental and nutritional aspects of chayote (Sechium edule, Cucurbitaceae). Econ. Bot. 44:157-164.
Bueno, R.R., S. Moura and O.M. Fonseca. 1970. Preliminary studies on the pharmacology of Sechium edule leaves extracts. An. Acad. Cien. Brasil40:285-289.
Engels, J.M.M. 1983. Variation in Sechium edule Sw. in Central America. J.Am. Soc. Hort. Sci.108:706-710.
Flores, E. 1989. El chayote, Sechium edule Swartz (Cucurbitaceae). Rev. Biol. Trop. 37 (Suplemento 1):1-54.
Liebrecht, S. and M. Seraphine. 1964. The edible portion and waste in foodstuffs consumed in a hospital in Southern India (Pondicherry). Nutrition 18:19-22.
Lira, R. 1988. Cucurbitaceae de la Península de Yucatán: Taxonomía y Etnobotánica. Tesis Maestría en Ciencias (Ecología y Recursos Bióticos), Instituto Nacional de Investigaciones sobre Recursos Bióticos.
Lozoya, X. 1980. Mexican medicinal plants used for treatment of cardiovascular diseases. Am. J. Chin. Med. 8:86-95.
Ribeiro, R. de A., F. de Barros, M.M.R. Fiuza de Melo, C. Muniz, S. Chieia, G. Wanderley, C. Gomes and G. Trolin. 1988. Acute diuretic effects in conscious rats, produced by some medicinal plants used in the state of Sao Paulo, Brasil. J. Ethnopharmacology 24:9-29.
Salama, A.M., H. Achenbach, L.M. Sánchez and G.M. Gutiérrez. 1987. Isolation and identification of anti-inflammatory glycosides from the fruit of Sechium edule. Rev. Colombiana Cienc. Quím. Farmac. 16:15-16.
Salama, A.M., N.A. Polo, M. Enrique, C.R. Contreras and R.L. Maldonado. 1986. Preliminary phytochemical analysis and determination of the anti-inflammatory and cardiac activities of the fruit of Sechium edule. Rev. Colombiana Cienc. Quím. Farmac.15:79-82.
Silva, C.R., H.C. Silva and J.E. Dutra de Oliveira. 1990. Conteúdos de celulose, hemicelulose e lignina em dieta hospitalar hipocalórica. Alimentos e Nutriçao2:65-71.
Yang, S.L. and T. Walters. 1992. Ethnobotany and the economic role of the Cucurbitaceae of China. Econ. Bot. 46:349-367.
Rafael Lira Saade. 1996. Chayote. Sechium edule (Jacq.) Sw. Promoting the conservation and use of underutilized and neglected crops. 8. Institute of Plant Genetics and Crop Plant Research, Gatersleben/International Plant Genetic Resources Institute, Rome, Italy. 
19:02 | 1 comments

Welcome Guys

ayo sehat tips sehat diabetes
makan sehat apa aja dimakan
oke lah kalo begitu

Categories